:::: MENU ::::

Bakar-Bakar pun Perlu Game Design

Weekend ini mencoba satu game yang sangat menarik berjudul Little Inferno. Dalam game pemain bisa membakar berbagai barang yang tersedia, termasuk bulan dan bom nuklir, di sebuah tungku yang disebut Little Inferno. Tantangannya muncul ketika kemudian kita dituntut menemukan kombinasi barang yang tepat untuk dibakar. Perlahan, sebuah rangkaian cerita juga mulai hadir – dikemas dalam bentuk sederhana namun sunguh mengena. Ini adalah sebuah game dengaan kombinasi puzzle mechanics dan scaffolding story telling yang sangat menarik. Game ini bukti bahwa kombinasi gameplay sederhana, jika dilakukan dengan tepat akan bisa jadi landasan untuk sebuah game yang berkualitas.

Menariknya, game ini mengingatkan saya tentang apa yang terjadi di sekitar kita saat ini. Kita melihat pihak-pihak yang mendesain sebuah game besar – memotivasi sebagian kita “membakar” banyak hal di berbagai tungku bernama “media”. Sama halnya seperti little inferno mereka juga menantang kita untuk mengkombinasikan berbagai hal, sambil coba menghadirkan sebuah scaffolding story telling agar kita bisa menerima cerita imajiner mereka. Sayangnya, ini didesain dengan sangat buruk. Bukan hanya kita tidak tertarik untuk ikut membakar apa yang mereka hadirkan, kita juga menolak mentah-mentah berbagai cerita mereka.

Ini yang mebuat saya selalu percaya bahwa game punya potensi luar biasa. Kita melihat banyak pihak coba menghadirkan game di sekitar kita. Sayangnya sebagian mungkin tidak punya cukup waktu untuk mendesainnya secara baik, kadang bahkan tanpa dilandasai niat baik, dan tidak peduli apakah akan berdampak baik. Kita tidak butuh game-game seperti itu dan sudah semestinya kita bisa hadirkan yang jauh lebih baik.

*Artikel ini sebelumnya telah dipublish di http://segitiga.net


The Best Game Designer

They just need wind and a plastic bag to create a game, to share happiness!

Designing a good game is never about the technology, the effect, or the platform (media). What a game needs to deliver is a simple way to find our own happiness. It’s all about delivering experience to the player. It’s about providing path, models, and some time boundary to make sure that each player will find their happiness. But there is simple rule about happiness: it tastes much better if we can share it to others.

Therefore, I believe the best game designer is the one who can create a game that not only helps us finding our happiness easily, but also reminds us to share our happiness with other. Those 3 in the picture are some of them.

 


Mobil Buah dan Visibility Game Indonesia

Mobil Buah Seoul

Di pinggiran beberapa jalan utama kota Bandung kita bisa menemukan penjual buah-buahan dengan kendaraan bak terbuka. Buah yang mereka hadirkan bervariasi kualitasnya, kadang baik dan kadang mengecewakan. Beberapa pedagang yang mungkin konsisten menjual buah berkualitas baik agak sulit untuk ditemukan. Andaikan ada, Saya kesulitan untuk menemukan mereka. Tidak pernah menyangka pemandangan yang sama bisa kami lihat di Seoul. Bedanya adalah berbagai buah-buahan yang dijajakan berkualitas sangat baik, semuanya tampak segar, bersih, dan di tampilkan secara menarik. Hampir semua penjaja buah-buahan pinggiran jalan tersebut menampilkan kualitas dan jenis buah yang sama. Saya bukan penggemar utama sayur dan buah, namun kali ini Saya harus mengakui Saya tergoda.

Visibility, bagaimana sebuah produk bisa terlihat oleh konsumen menjadi salah satu tantangan industri game kita. Saya percaya banyak karya rekan-rekan developer Indonesia yang berkualitas luar biasa, namun para calon pengguna kadang kesulitan menemukan mereka. Ketika kita hadir di sebuah appstore adalah seperti layaknya seorang pedagang buah lokal kecil yang berjualan di sebuah pasar buah yang yang sangat besar. Untuk mendapatkan lapak utama di dekat pintu masuk sangatlah sulit, karena area tersebut umumnya terlalu mahal dan hanya para pedagang besar yang mampu membayarnya.

Namun belakangan ada perkembangan menarik, berbagai fasilitas apps store lokal mulai merasa perlu memberi ruang khusus untuk game dan aplikasi buatan pengembang Indonesia. Ini mungkin menjadi sebuah solusi untuk meningkatkan visibility berbagai karya game dan aplikasi digital indonesia dan harus benar-benar kita manfaatkan. Hal ini mungkin sama halnya seperti pedagang buah lokal yang kemudian mendapat ijin dan fasilitas mobil rak terbuka untuk berjualan di pinggiran jalan utama. Namun seperti halnya para pedagang buah di seoul, kita harus tetap mempersiapkan game kita sebaik mungkin, mengemasnya dengan baik, dan memastikan kualitasnya selalu terjaga. Hanya dengan begitu kemudian kita bisa berharap bahwa pengguna kita akan terus kembali dan bersedia menikmati semua karya kita.

*Artikel ini sebelumnya pernah muncul di segitiga.net dan kompas tekno sebagai bagian dari catatan perjalanan singkat kami ke Seoul pada bulan Mei lalu.


Tinta Tanda Cinta Indonesia

jari-tinta

Hari ini 9 Juli 2014 hari yang luar biasa, dengan tanda tinta di ujung jari kami berdua ikut memilih ikut berpartisipasi aktif menunjukan rasa cinta dan harapan kami bagi Indonesia. Tahun ini kami bersyukur diberi kesempatan menikmati pesta demokrasi yang begitu  gegap gempita. Kami bersyukur bisa menikmati pemilu yang mampu memotivasi hadirnya berbagai karya kreatif luar biasa. Komik, animasi, game, hingga pertunjukan musik akbar hadir dalam pemilu yang begitu penuh warna.  Di akhir hari ini kita semua adalah pemenangnya, karena  kita semua masih bisa menikmati kebebasan memilih, berekspresi, dan berkarya!

Pesta telah usai, banyak yang harus kita bereskan, kita bersihkan, dan kita jaga sama-sama. Pesta telah usai, banyak pihak yang harus kita sapa dan kita ingatkan bahwa kita semua adalah saudara.  Pesta telah usai, namun bukan berarti kita kemudian berhenti berkarya.  Pesta telah usai, mari kita lanjut untuk kembali bermain bersama, berbagi bahagia, dan memberikan yang terbaik untuk semua!

*salam 2 jari

EN


Pages:1234