:::: MENU ::::

Ngobrol Game Design 04: Game Elements

Pion-Dadu-Game-Design

*Artikel ini sebelumnya telah dipublish di Segitiga.Net

Minggu lalu kita sudah membahas beberapa karakteristik game untuk bisa memotivasi sebuah meaningful play dan kemudian menghadirkan pengalaman bermain yang menyenangkan (FUN). Kolom Ngobrol Game Design minggu ini akan bahas elemen dasar dan elemen pendukung dari sebuah game. Pemahaman akan berbagai elemen tersebut menjadi salah satu landasan untuk kita bisa mendesain game dengan baik.

Ketika melihat sebuah game, kita bisa melihat banyak elemen penting di dalamnya. Namun demikian setiap game pasti memiliki 2 elemen utama berikut:

1. Game Objective

Game objective adalah tujuan dari game tersebut, apakah mengumpulkan emas atau poin sebanyak-banyaknya, mengalahkan naga, berlari sejauh mungkin, atau berbagai objektif lainnya. Umumnya objektif dari sebuah game menjadi landasan utama dari sebuah proses game design. Kemampuan kita mendefinisikan sebuah objektif game dengan baik bisa mempermudah proses game design secara keseluruhan.

Bagaimana dengan sandbox game seperti Minecraft? Apakah game tersebut juga memiliki objektif? Tentu ada. Buktinya setiap siapapun yang memainkan Minecraft pasti memiliki objektif tertentu yang ingin dicapai, apakah itu membangun rumah yang megah, membangun kota, atau bertahan hidup selama mungkin.

Pada sebuah sandbox game, objektif game didefinisikan oleh pemainnya, sedangkan sang game designer fokus memberikan ruang dan mekanisme yang memadai sehingga setiap pemain bisa menemukan objektif yang cocok untuk dirinya. Sandbox game memiliki pendekatan game design yang khusus, kita akan bahas lebih detil terkait hal ini (sandbox game) di kesempatan lain.

Game Minecraft

2. Gameplay Mechanics

Mekanisme permainan (gameplay mechanics) atau umumnya kita kenal sebagai peraturan permainan adalah kumpulan berbagai mekanisme interaksi, perubahan, efek, atau apapun yang mungkin terjadi di dalam sebuah game. Gameplay mechanics ini mengatur apa yang terjadi ketika pemain berinteraksi dengan berbagai komponen game, dengan pemain lain, perubahan kondisi game (poin, strategi yang bisa diambil, tantangan, dan lainnya), dan bagaimana pemain bisa mencapai objektif dari sebuah game.

Gameplay mechanics menjadi cetak biru dari sebuah game, dan proses penyusunannya adalah salah satu aktivitas yang paling menyenangkan sekaligus menantang bagi seorang game designer. Hal utama yang perlu diperhatikan dalam proses penyusunannya adalah bahwa gameplay mechanics ini harus kita desain sedemikian rupa untuk kemudian membuat pemain bisa menyadari objektif dari game tersebut dan secara bertahap kemudian mampu memenuhi objektif tersebut.

Dua hal di atas menjadi elemen dasar dari sebuah game. Ketika 2 elemen di atas terpenuhi oleh sebuah media atau aktivitas apapun, maka kita melihat sebuah game!

Selain 2 elemen dasar tersebut di atas, berbagai game yang kita kenal umumnya juga memiliki 2 elemen pendukung berikut:

3. Narrative (Story)

Narrative (story) dalam game bisa berupa sebuah alur cerita, kumpulan informasi atau kejadian yang saling terkait, atau sekedar gambaran terbatas tentang suatu hal. Salah satu fungsi dari naratif adalah untuk memotivasi atau mempermudah pemain agar bisa mengadopsi game objective menjadi personal objective-nya. Ketika hal ini terjadi maka pemain bisa dengan mudah terlibat secara penuh (engage) dalam game tersebut.

Di acara Game Developers Conference 2008 lalu, Erik Wolpaw dari Valve menyampaikan paparan berikut (presentasinya bisa diunduh di tautan ini):

Games tell two stories:

  • the story story: the narrative story that’s the sum total of a game’s cut scenes and dialogue, and
  • the gameplay story: the story described by the actions the player takes in the game world.

Dengan kata lain, naratif pada game sebenarnya dibentuk (dan harus didukung) oleh interaksi dari pemainnya. Ini yang menjadi kelebihan dari game dibanding media lain, sekaligus juga tantangan.

Seorang game designer yang baik akan mencoba menghadirkan sebuah cerita yang akan mampu memberi ruang bagi pemain untuk berkontribusi pada keseluruhan cerita.

4. Technology (Visual, Sound, & Other Effects)

Elemen selanjutnya yang umumnya kita temui dalam berbagai game yang ada saat ini adalah elemen teknologi, baik berupa berbagai visual, suara, musik, maupun efek lainnya. Sebagai seorang game designer kita harus mampu melihat implementasi teknologi ini untuk mendukung 2 elemen utama yang coba kita hadirkan dalam sebuah game.

Dengan kata lain berbagai bentuk visual, suara, musik, atau efek lainnya yang kita gunakan harus mempermudah pemain untuk bisa mengerti game objective yang ada dan memotivasi mereka untuk lebih menikmati berbagai gameplay mechanism yang kita susun.

Demikian obrolan game design kita untuk minggu ini. Jika ada hal-hal yang dirasa masih kurang jelas atau mungkin ada tambahan informasi terkait topik di atas, silahkan bisa membaginya lewat kolom komentar di bawah ini. Akan menyenangkan kalau kita bisa lanjut ngobrol game design ini sama-sama.


So, what do you think ?