:::: MENU ::::

Masa Orientasi Siswa (MOS) dan Level Design

Minggu ini kita mulai banyak pihak mulai sadar aktivitas  masa orientasi siswa (MOS) yang selama ini dilakukan perlu perubahan. Inisiatif Mentri pendidikan untuk melakukan perubahan terhadap program MOS mesti diakui sebagai sebuah terobosan yang baik. Hal tersebut telah memotivasi banyak orang tua untuk lebih berani mengatakan tidak pada banyak aktivitas MOS yang tanpa makna.Tapi apa sebenarnya yang penting dari masa orientasi tersebut? Mungkin menarik jika kita bahas sedikit dari sudut pandang game designer.

Ketika kita mendesain sebuah game, pada dasarnya kita juga harus memikirkan bagaimana seorang pemain (baru) akan beradaptasi dengan game tersebut. Yang paling utama adalah bagaimana kita bisa menyampaikan semua elemen terpenting dalam gameplay yang kita suguhkan sehingga pemain bisa mengembangkan taktik (jangka pendek) dan strategi (jangka panjang) yang tepat untuk kemudian bisa mencapai objektif yang diharapkan.  Level design untuk sebuah proses/level tutorial menjadi hal yang sangat penting dan bagaimana hal tersebut dihadirkan menjadi  sangat krusial.

Masa orientasi siswa mungkin bisa kita lihat sebagai tutorial level dalam sebuah game. Penting sekali setiap siswa baru bisa mengerti keseluruhan “gameplay” dalam sekolahnya (lingkungan baru yang ia masuki) sehingga kemudian ia bisa menentukan taktik dan strategi terbaik untuk sukses. Sebagian mungkin berargumentasi bahwa dengan waktu dan sumber daya yang ada hal tersebut sulit dilakukan. Kembali ke level design dalam sebuah game, ketika sebuah game sedemikian kompleks maka tutorial level bisa dibagi menjadi beberapa bagian dan ia diberikan ketika dibutuhkan. Jadi mengapa masa orientasi harus dipusatkan hanya pada satu waktu saja? Jika dibutuhkan, kenapa tidak dibagi menjadi beberapa waktu (misal tiap kenaikan kelas)? Sehingga setiap siswa bisa mengerti kemampuan apa yang perlu ia terus ia kembangkan untuk menghadapi tantangan yang semakin berat.

Mungkin akan sangat menarik, jika satu hari ada sekolah bersedia membuka hati untuk diskusi dengan para game designer, mendesain sebuah masa orientasi sekolah yang lebih efektif dan menyenangkan untuk semua.

 

Sumber gambar: tempo.co

One Comment

So, what do you think ?