:::: MENU ::::

Kita Semua Adalah Game Designer Untuk Anak-Anak Kita

Bagi kita yang menikmati game, semua indikator dalam game (point, badge, level-up) kadang bukan hal yang utama. Mereka penting untuk memberi “sense of progress” sejauh mana kita berkembang dan sejauh mana kita berhasil mendekati objektif kita. Namun itu pengalaman bermain yang optimal sesungguhnya baru bisa tercipta ketika pemain secara kontinu bisa menikmati berbagai proses yang ia lakukan, bukan hanya ketika indikator -indikator tersebut tercapai. Untuk itu berbagai detil kecil kadang berperan lebih signifikan (misal ukuran/ bahan kartu dalam board game, gerakan dan sound yg tepat dalam digital game) dan berbagai detil kecil tersebut yang sesungguhnya jadi trigger hadirnya pengalaman bermain yang menyenangkan dan sumber kegembiraan bagi pemain. Sayangnya, banyak game designer lupa untuk benar-benar bisa mengoptimalkan itu semua.

Dan kadang kita juga lupa bahwa kita semua adalah game designer untuk anak-anak kita.

Di awal kehidupan mereka, setiap hal – sekecil apapun jadi begitu luar biasa. Kita bangga dan begitu bahagia untuk setiap pencapaian (kecil) yang mereka lakukan. Semakin mereka dewasa, kita semakin menuntut mereka. Kita kemudian hanya fokus untuk melihat pencapaian besar yang mereka lakukan: naik kelas, kuliah, wisuda, bekerja, menikah – yang notabenya hanyalah indikator bahwa mereka semakin dewasa dan kita (orang tua) semakin renta. Kita meluapkan gembira/bahagia ketika semua indikator tersebut tercapai – dan sedih bahkan marah ketika semua tertunda.

Padahal, mungkin banyak hal sederhana – setiap hari, bahkan setiap saat yang sesungguhnya jadi sumber kegembiraan mereka dan kita lupa untuk benar-benar menghadirkannya. Mungkin mereka gembira ketika kita mendengarkan dengan hati bukan hanya telinga, mungkin mereka gembira ketika kita ada untuk mereka, mungkin mereka gembira ketika bisa selalu pulang dan ada pelukan hangat terbuka. Rangkaian hal kecil yang sesungguhnya bisa kita lakukan setiap hari dan mungkin akan jadi pembeda apakah anak-anak kita akan menemukan bahagia dalam hidupnya.

Sumber gambar: http://www.huffingtonpost.com/

One Comment

So, what do you think ?