:::: MENU ::::

#ceritakiriya Uang

Tuan putri kirinya punya mesin ATM di kamar bersanding di sebelah celengan wup-wupnya. Uang dari ATM bisa masuk ke celengannya begitu juga sebaliknya. Sering kali kami bermain dengan uang imajiner, ada nilainya tanpa perlu ada bentuknya. Di lain kesempatan segala hal bisa kami jadikan uang, kancing, daun, kertas – semua bisa jadi uang, jadi alat tukar untuk apa saja.

Tuan putri mengingatkan saya bahwa uang bukan hal yang esensial, ia tidak perlu ada untuk kami bisa bermain dengan gembira. Jika memang diperlukan, kami bisa hadirkan dengan apa yang kami miliki. Uang hanyalah sebuah konsekuensi serta bentuk apresiasi dari kemampuan kita berkarya dan berkreasi. Uang juga bukan media terbaik untuk melambangkan perhatian dan kasih sayang, pelukan hangat, senyum tulus, dan kehadiran sepenuh hati – jauh lebih mampu menjadi bukti.

Jika pemahaman ini bisa terus tuan putri yakini hingga ia dewasa nanti, banyak bahagia yang mungkin bisa lebih mudah ia nikmati. . Atas dasar itu semua, kami tidak pernah memberikan hadiah dalam bentuk uang pada tuan putri. Kami akan sangat berterima kasih jika Kakek, Nenek, Om, dan Tante semua juga ikut membantu kami. Pelukan dan senyuman, terutama di hari yang Fitri nanti, sudah cukup untuk jadi bukti sayang untuk kami.


So, what do you think ?