:::: MENU ::::
Browsing posts in: Uncategorized

Ngobrol Game Design 06: Tipe Pemain

Minggu lalu kita telah membahas beberapa dampak interaksi yang bisa kita hadirkan dalam sebuah game dan bagaimana semua itu bisa kita optimalkan. Untuk bisa mengoptimalkan berbagai dampak interaksi tersebut kita harus terlebih dahulu bisa mengenali berbagai karakteristik atau tipe pemain yang menjadi target dari game yang kita desain/kembangkan dan ini yang akan jadi bahasan utama kita minggu ini.

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Professor Richard Bartle setiap pemain bisa dikelompokkan ke dalam 4 tipe karakter berikut:

  1. Achievers adalah karakter pemain yang selalu coba menaklukkan tantangan apapun demi pencapaian terbaik
  2. Explorers adalah karakter pemain yang bersemangat menjelajah area baru, mencoba hal baru, dan menemukan berbagai kombinasi baru.
  3. Socialisers adalah karakter pemain yang begitu tertarik untuk selalu mendengar dan membangun hubungan dengan orang lain.
  4. Killers adalah karakter pemain yang memiliki motivasi tinggi untuk menggangu atau menghambat pemain lain.

Walau penelitian dan pembagian tipe pemain tersebut di atas didasarkan pada data pemain multiplayer online games, namun secara umum 4 karakter pemain di atas juga sesuai untuk berbagai jenis game lainnya.

Seorang game designer kemudian harus mampu menghadirkan game yang tepat untuk berbagai karakter pemain yang menjadi target utamanya. Hal ini sedemikian pentingnya sehingga kemampuan mengenali karakter pemain menjadi salah satu kemampuan yang harus selalu diasah dan ditingkatkan oleh seorang game designer. Dengan kata lain seorang game designer harus selalu mengasah kemampuan empatinya. Ketika sebuah game didesain secara tepat sesuai dengan karakter dari target pemainnya maka game tersebut bisa dipastikan akan bisa dinikmati dan disukai.

Di sisi lain, sebagai seorang game designer kita harus sadar sepenuhnya bahwa sangat sulit untuk menciptakan sebuah game yang akan disukai oleh semua orang (semua tipe pemain). Namun kita juga harus percaya bahwa pada diri tiap orang akan selalu ada minimal satu game yang akan mereka sukai – sehingga adalah kewajiban seorang game designer untuk terus berkreasi dan menghadirkan sebanyak mungkin game yang berkualitas sehingga setiap orang bisa menemukan game yang akan mereka sukai. Ini mungkin juga kunci utama untuk membawa industri game kita menjadi lebih baik, dengan terus berusaha menghadirkan sebanyak mungkin variasi game Indonesia yang berkualitas.

Demikian ngobrol game design kita minggu ini. Jika ada saran, masukan, atau pertanyaan apapun silahkan bisa membaginya via kolom komentar di bawah ini.

Sumber gambar: Gamification at Work by Janaki Mythily Kumar and Mario Herger.

Ngobrol Game Design 05: Interaction Impacts

Artikel ini sebelumnya telah dipublish di segitiga.Net

Minggu lalu kita sudah bahas berbagai elemen game yang perlu dipahami untuk jadi landasan proses game design yang kita lakukan. Minggu ini kita akan lanjut obrolan kita tentang bagaimana mengkombinasikan berbagai elemen game tersebut untuk mengoptimalkan interaction impacts, atau berbagai dampak interaksi dari sebuah game.

Secara garis besar ada 3 interaction impacts yang bisa kita optimalkan dari sebuah game:

1. Engagement

Engagement atau keterlibatan di sini adalah suatu kondisi ketika pemain terlibat secara penuh dengan game. Berbagai objektif yang dihadirkan dalam game secara langsung maupun tidak langsung telah menjadi objektif dari pemain itu sendiri.

Karena hal tersebut, pemain kemudian mampu menumbuhkan motivasi internal mereka untuk menyelesaikan berbagai tantangan yang dihadirkan. Ketika kita bisa mengoptimalkan berbagai interaksi yang ada untuk menggiring pemain dalam kondisi ini (engage), maka pemain akan mampu menikmati game yang kita hadirkan secara menyeluruh.

Secara umum, cerita atau tema (story) latar dan pilihan strategi (gameplay mechanics) yang kita desain akan sangat berpengaruh pada seberapa mudah pemain bisa terlibat penuh dalam sebuah game (engage).

2. Content Awareness

Content awareness adalah suatu kondisi ketika pemain mampu menyerap berbagai informasi yang ada dalam sebuah game. Bahkan dalam kondisi optimal berbagai informasi tersebut kemudian mampu menumbuhkan rasa ingin tahu (curiosity) dan memotivasi pemain untuk mengumpulkan berbagai informasi tambahan.

Cerita atau tema (story) latar dan elemen teknologi untuk menghadirkan variasi yang optimal umumnya sangat berpengaruh dalam upaya kita membangun content awareness ini.

3. Replayability

Replayability adalah suatu kondisi ketika pemain termotivasi untuk kembali memainkan game yang kita desain. Ketika pemain memiliki motivasi yang cukup untuk kembali memainkan game yang kita desain maka ia berkesempatan untuk mengalami pengalaman berulang. Dan ketika setiap pengalaman tersebut mampu menghadirkan FUN maka akumulasi FUN yang diterima akan memberikan sensasi tersendiri bagi pemain.

Berbagai pilihan strategi (gameplay mechanics) dan elemen teknologi yang kita desain akan sangat mempengaruhi level replayability dari sebuah game.

Ketiga dampak interaksi dan berbagai elemen game yang mempengaruhinya bisa digambarkan dalam grafik sederhana berikut:

Ngobrol-Game-Design-Interaction-Impacts-Graph

Grafik untuk Interaction Impacts.

Ketika kita bisa mengoptimalkan berbagai elemen game yang ada maka 3 dampak interaksi di atas juga akan bisa hadir secara optimal, dan ketika itu terjadi artinya kita telah berhasil mendesain game sebagai sebuah media yang luar biasa. Ini yang sesungguhnya menjadi pontensi besar dari sebuah game.

Demikian ngobrol game design kita minggu ini. Jika ada saran, masukan, atau pertanyaan apapun silahkan bisa membaginya via kolom komentar di bawah ini. Akan jadi kebahagiaan tersendiri jika kita bisa lanjut ngobrol game design ini sama-sama.