:::: MENU ::::
Browsing posts in: Note

5 Langkah Agar Kecanduan Game

Bagaimana menghindarkan anak-anak dari kecanduan game? Ada banyak tips dari para ahli untuk menjawab hal tersebut – umumnya menyerankan untuk menjauhkan atau minimal membatasi anak-anak bermain game. Permasalahannya adalah saat ini game begitu dekat dengan anak-anak kita dan telah menjadi bagian dari keseharian mereka. Menjauhkan mereka dari game akan jadi tantangan tersendiri dan mungkin akan jadi permasalah tersendiri.

Jika pertanyaan itu diajukan pada saya, saya selalu menjawab: orang tuanya harus lebih dulu “kecanduan”. Berikut adalah beberapa langkah sederhana bagi kita para orang tua untuk belajar kecanduan bermain game bersama-sama:

1. Cari tahu judul game yang anak-anak kita suka mainkan.
Sempatkan untuk mencari tahu minimal judul game yang mereka sukai dan coba cari tahu mengapa mereka tertarik memainkannya. Ketertarikan kita akan jadi sinyal bahwa kita peduli dan ini mungkin membuka komunikasi yang menarik dengan anak kita.

2. Baca info terkait game tersebut.
Ketahui beberapa hal dasar dari game tersebut, konsepnya, game designer/developernya, serta apa kelebihannya (wikipedia bisa jadi awal yang baik). Hal ini penting untuk menyiapkan mental kita agar bisa lebih tertarik. Anak-anak akan tahu jika kita hanya pura-pura tertarik atau sungguh-sungguh tertarik. Untuk itu penting untuk memotivasi diri kita untuk sungguh-sungguh tertarik dengan game anak-anak kita.

3. Pelajari walktrough dari game tersebut.
Investasikan waktu 20-30 menit untuk melihat video walktrough (panduan dasar) dari game tersebut via youtube atau web resminya (cukup googling walktrough “judul game”). Dengan begitu kita memiliki gambaran dasar bagaimana sebuah game dimainkan. Tidak apa jika kita belum sepenuhnya mengerti, apa yang tidak kita mengerti bisa menjadi bahan diskusi menarik nanti dengan anak-anak kita.

4. Jadwalkan untuk bermain bersama.
Buat jadwal khusus untuk bermain bersama. Persiapkan acara bermain bersama ini secara sungguh-sungguh dan libatkan sebanyak mungkin anggota keluarga. Sabtu/Minggu sore jam 15 s/d jam 17 bisa jadi waktu yang baik. Awali dengan menyiapkan snack sederhana dan akhiri dengan makan malam bersama. Jadikan waktu bermain ini sebuah aktivitas penting untuk seluruh keluarga.

5. Diskusikan game yang baru saja dimainkan.
Sempatkan untuk membahas berbagai hal yang menarik selama sesi bermain bersama tadi. Siapa yang menang, bagaimana strategi bisa menang, mengapa kalah, apa kesalahan yang dilakukan, apa yang menarik dari game tadi, apa yang jadi latar cerita, dan berbagai hal lain yang menarik untuk diskusi bersama.  Misal ketika gamenya memiliki latar belakang sebuah gurun, kita bisa bahas gurun terbesar di dunia dan apa yang menarik di sana. Jika perlu eksplor lebih jauh dengan membuka buku atau artikel terkait.

Jika berbagai hal tersebut di atas bisa dilakukan secara rutin dan semua keluarga ikut “kecanduan bermain game bersama” – maka kita akan melihat bahwa game punya potensi luar biasa.

 

 


#DearKiriya: Ultah 1

Dear Kiriya – Tuan Putrinya Mamam Pampam,

Hari ini genap 365 hari Tuan Putri hadir di dunia, meninggalkan gemerlap surga untuk berbagi bahagia. Setiap hari kami masih sulit percaya bahwa kami dipercaya untuk menyambut dan jadi tempat pertama Tuan Putri berbagi bahagia. Satu tahun ini kami belajar banyak dan kami melihat Tuan Putri yang juga belajar begitu semangat, begitu cepat, dan begitu menikmati semua prosesnya. Kami berjanji untuk terus belajar lebih baik lagi, tolong Tuan Putri jangan pernah bosan untuk ikut belajar sama-sama.

Tuan Putri Kiriya, Kami mohon maaf tidak bisa menggelar pesta atau memberi hadiah penuh warna, tidak pula kue serta tiupan lilin penanda bahagia. Kami hanya bisa berdoa semoga Tuan Putri senantiasa bisa menemukan bahagia setiap saat sebagaimana kami begitu mudah menemukannya sejak Tuan Putri hadir menjelma.

Tuan putri Kiriya, terima kasih atas segala bahagia yang tuan putri bawa. Kami sadar bahwa bahagiamu bukan untuk kami semata, kami akan cari cara untukmu bisa terus membagi bahagia sepanjang masa. Insya Allah kami juga akan terus ikut belajar membagi setiap bahagia yang kami punya.

Selamat ulang tahun Tuan Putri Kiriya!

Ttd,
Kami yang selalu bangga dan bahagia
Pampam dan Mamam


Kita Semua Adalah Game Designer Untuk Anak-Anak Kita

Bagi kita yang menikmati game, semua indikator dalam game (point, badge, level-up) kadang bukan hal yang utama. Mereka penting untuk memberi “sense of progress” sejauh mana kita berkembang dan sejauh mana kita berhasil mendekati objektif kita. Namun itu pengalaman bermain yang optimal sesungguhnya baru bisa tercipta ketika pemain secara kontinu bisa menikmati berbagai proses yang ia lakukan, bukan hanya ketika indikator -indikator tersebut tercapai. Untuk itu berbagai detil kecil kadang berperan lebih signifikan (misal ukuran/ bahan kartu dalam board game, gerakan dan sound yg tepat dalam digital game) dan berbagai detil kecil tersebut yang sesungguhnya jadi trigger hadirnya pengalaman bermain yang menyenangkan dan sumber kegembiraan bagi pemain. Sayangnya, banyak game designer lupa untuk benar-benar bisa mengoptimalkan itu semua.

Dan kadang kita juga lupa bahwa kita semua adalah game designer untuk anak-anak kita.

Di awal kehidupan mereka, setiap hal – sekecil apapun jadi begitu luar biasa. Kita bangga dan begitu bahagia untuk setiap pencapaian (kecil) yang mereka lakukan. Semakin mereka dewasa, kita semakin menuntut mereka. Kita kemudian hanya fokus untuk melihat pencapaian besar yang mereka lakukan: naik kelas, kuliah, wisuda, bekerja, menikah – yang notabenya hanyalah indikator bahwa mereka semakin dewasa dan kita (orang tua) semakin renta. Kita meluapkan gembira/bahagia ketika semua indikator tersebut tercapai – dan sedih bahkan marah ketika semua tertunda.

Padahal, mungkin banyak hal sederhana – setiap hari, bahkan setiap saat yang sesungguhnya jadi sumber kegembiraan mereka dan kita lupa untuk benar-benar menghadirkannya. Mungkin mereka gembira ketika kita mendengarkan dengan hati bukan hanya telinga, mungkin mereka gembira ketika kita ada untuk mereka, mungkin mereka gembira ketika bisa selalu pulang dan ada pelukan hangat terbuka. Rangkaian hal kecil yang sesungguhnya bisa kita lakukan setiap hari dan mungkin akan jadi pembeda apakah anak-anak kita akan menemukan bahagia dalam hidupnya.

Sumber gambar: http://www.huffingtonpost.com/

Reformasi Program Studi Game

 

Sering mendapat kabar bahwa banyak mahasiswa yang kemudian enggan belajar tentang game karena melihat banyak hal teknis/rumit yang harus mereka pelajari. Membuat game jadi sebuah kemewahan dan hak ekslusif sebagian mereka yang cukup pintar dan bersedia bekerja keras.

Di satu sisi hal ini memang bagian dari seleksi, mereka yang sungguh-sungguhlah yang akan berhasil.

Di sisi lain kita mungkin kehilangan banyak talenta, hanya gegara kita tidak sunguh-sunguh mampu mendesain sebuah pendekatan pembelajaran game yang baik. Kita terjebak mengajarkan game melulu dari aspek teknis dan peluang bisnis. Kita lupa bahwa para talenta muda itu mampu membuat perubahan berarti dan bahwa kesempatan untuk melakukan perubahan mungkin adalah motivasi yang tertinggi. Andai kita bisa secara rutin meyakinkan mereka, memberi contoh, membuka jalan – bahwa game bisa jadi media untuk mereka menciptakan berbagai perubahan berarti, mungkin akan lebih banyak yang bersedia belajar sepenuh hati.

Mungkin kita belum mampu meyakinkan mereka karena banyak diantara kita sendiri yang belum sepenuhnya percaya, bahwa kita mampu menghadirkan perubahan lewat setiap karya.

 

Sumber gambar: http://gamefulscholar.me/

What we need to build a game

We need some good ideas to build a game
We need some good people build a game
We need some  good (amount of) money to build a game

…. and we need some (= a lot of)  time to find all those above.

Fortunately those things are attracted to 2 elementary aspects: knowledge and believe.

If we always learn and improve our knowledge
and share our strong believe – that we are capable of creating good game
Those will come eventually.

How soon?
It depends on how fast we learn, how fast we improve, and how strong is our believe.

 

Pic: wired.com

Designer’s Note: Nasi Goreng dan Game Design

Nasi goreng relatif mudah untuk dibuat. Apalagi dengan tersedianya berbagai bumbu instant nasi goreng – semua orang bisa membuat nasi goreng. Menariknya sebagian nasi goreng bisa lebih enak dari yang lain, menu nasi goreng di berbagai restoran juga tetap jadi salah satu menu favorit dan kadang dengan harga yang luar biasa. Terlepas nasi goreng bisa dibuat dengan mudah dan bahwa banyak orang punya akses membuat nasi goreng, banyak yang belum sepenuhnya sadar bahwa kemampuan pembuatnya memilih bahan dasar yang tepat serta kemampuan/pengetahuan memasak yang terus diasah dan dikembangkan yang jadi kunci utama.

Begitu pula dengan game…

Membuat game relatif mudah dan semua bisa membuat game. Dengan perkembangan teknologi informasi yang luar biasa saat ini, banyak yang memiliki akses pada berbagai software yang mendukung proses pembuatan game. Sayangnya banyak yang belum sadar sepenuhnya bahwa proses game design (optimalisasi berbagai elemen dasar: objektif, gameplay, tema/narasi, dan teknologi) jadi satu hal paling krusial. Banyak yang menganggap game design hanya satu proses melirik game yang sudah ada sebelumnya – dan copy paste seperlunya. Sebagian lagi kadang terjebak merasa bisa dan lupa untuk terus belajar memperbaiki prosesnya. Padahal, proses game design yang kita kembangkan mungkin yang akan jadi pembeda – apakah game kita akan menjadi istimewa atau game biasa saja.

Sumber gambar: Wikipedia.org (nasgi goreng kambing pete)

Designer’s note: Pagi

Setiap pagi, ketika tuan putri Kiriya bangun, kami bernyanyi di pinggir tenpat tidurnya. Ritual pagi biasanya lanjut bagi cerita, diiringi senyum, tawa, dan sarapan sama-sama. Setiap pagi kami dapatkan bahagia yang begitu berlimpah dan semakin bertambah ketika kami mendapatkan kesempatan untuk membaginya.

Game designer adalah seorang yang memiliki kemampuan untuk menyederhanakan bahagia ke dalam sebuah media bernama game. Ia akan sukses dengan karyanya ketika pemainnya bisa merasakan bahagia dan bersedia membaginya bersama pemain lainnya. Untuk bisa melakukan itu semua, seorang game designer harus belajar sungguh-sungguh mengenali, merasakan, dan membagi bahagia setiap hari.

a day without laughter is a day wasted – Charlie Chaplin

Semoga pagi anda penuh bahagia dan semoga ada banyak kesempatan untuk senantiasa membaginya!

 

Sumber gambar: http://itsmyfun.net/

Masa Orientasi Siswa (MOS) dan Level Design

Minggu ini kita mulai banyak pihak mulai sadar aktivitas  masa orientasi siswa (MOS) yang selama ini dilakukan perlu perubahan. Inisiatif Mentri pendidikan untuk melakukan perubahan terhadap program MOS mesti diakui sebagai sebuah terobosan yang baik. Hal tersebut telah memotivasi banyak orang tua untuk lebih berani mengatakan tidak pada banyak aktivitas MOS yang tanpa makna.Tapi apa sebenarnya yang penting dari masa orientasi tersebut? Mungkin menarik jika kita bahas sedikit dari sudut pandang game designer.

Ketika kita mendesain sebuah game, pada dasarnya kita juga harus memikirkan bagaimana seorang pemain (baru) akan beradaptasi dengan game tersebut. Yang paling utama adalah bagaimana kita bisa menyampaikan semua elemen terpenting dalam gameplay yang kita suguhkan sehingga pemain bisa mengembangkan taktik (jangka pendek) dan strategi (jangka panjang) yang tepat untuk kemudian bisa mencapai objektif yang diharapkan.  Level design untuk sebuah proses/level tutorial menjadi hal yang sangat penting dan bagaimana hal tersebut dihadirkan menjadi  sangat krusial.

Masa orientasi siswa mungkin bisa kita lihat sebagai tutorial level dalam sebuah game. Penting sekali setiap siswa baru bisa mengerti keseluruhan “gameplay” dalam sekolahnya (lingkungan baru yang ia masuki) sehingga kemudian ia bisa menentukan taktik dan strategi terbaik untuk sukses. Sebagian mungkin berargumentasi bahwa dengan waktu dan sumber daya yang ada hal tersebut sulit dilakukan. Kembali ke level design dalam sebuah game, ketika sebuah game sedemikian kompleks maka tutorial level bisa dibagi menjadi beberapa bagian dan ia diberikan ketika dibutuhkan. Jadi mengapa masa orientasi harus dipusatkan hanya pada satu waktu saja? Jika dibutuhkan, kenapa tidak dibagi menjadi beberapa waktu (misal tiap kenaikan kelas)? Sehingga setiap siswa bisa mengerti kemampuan apa yang perlu ia terus ia kembangkan untuk menghadapi tantangan yang semakin berat.

Mungkin akan sangat menarik, jika satu hari ada sekolah bersedia membuka hati untuk diskusi dengan para game designer, mendesain sebuah masa orientasi sekolah yang lebih efektif dan menyenangkan untuk semua.

 

Sumber gambar: tempo.co

Satoru Iwata

Hari ini, game industri dunia kehilangan salah satu insan terbaiknya: Satoru Iwata,  CEO Nintendo.

Berikut adalah potongan dari terjemahan wawancara beliau dari  buku “Introduction to Game Design” (1994 – Japan Books):

The qualities I look for when hiring a programmer for my company are curiosity, ambition, and whether he can sacrifice other things to achieve his goals. The ability to focus is also a major point. Those who think that knowledge of C or Assembly is going to help them are, in my view, mistaken. Consider the world of video games: 10 years ago no one thought you’d be able to play Donkey Kong on your TV at home. The technical knowledge of today will no longer be useful in ten years. In contrast, we want to hire adapatable people who are looking toward tomorrow’s challenges.

Interview lengkapnya bisa dibaca disini: http://shmuplations.com/1994game4/

Pemikiran beliau (20 tahun lalu) jadi pengingat untuk kita semua, bahwa kemampuan teknis penting – namun semangat pantang menyerah untuk menghasilkan sebuah karya yang baik,  kemampuan untuk selalu belajar hal baru, dan selalu beradaptasi dengan perubahan yang ada adalah bekal utama untuk terus maju.

Sumber gambar: http://wiiudaily.com

 

 

 


Game Edukatif

Apakah kita perlu menghadirkan game edukatif jika pada dasarnya setiap game bisa mengajarkan kita sesuatu?

Saya selalu percaya game punya potensi yang luar biasa dan untuk menghadirkan potensi itu, seorang game designer harus mampu memadukan berbagai elemen game secara optimal. Ada 4 elemen dasar game: objektif, gameplay, narasi, dan teknologi yang harus kita optimalkan. Ke-4 elemen tersebut saling menunjang satu sama lain dan karena itu sulit sebuah game bisa hadir dengan potensi terbaiknya jika kita berpikir bahwa setiap konten (narasi) bisa begitu saja kita tampilkan (baca: tempelkan) tanpa peduli elemen lainnya.

Banyak yang kemudian berpikir game edukatif adalah game dengan konten-konten edukasi, dengan kata lain konten adalah segalanya – elemen lain dalam game tersebut tidak lagi penting. Karena terlalu fokus pada konten, objektif dan gameplay yang dibangun adalah seadanya, narasi dan latar cerita hadir tanpa rasa, dan teknologi hanya untuk menambah harga jual semata. Jika kita hanya mencari konten edukasi yang begitu detil dan lengkap, mengapa harus dari game? Buku, film dokumentasi, berbagai website bisa menghadirkan konten itu dengan lebih lengkap.

Menurut saya, game edukatif adalah sebuah game yang mampu memotivasi pemainnya untuk kemudian tertarik mempelajari sebuah subjek tertentu (yang bernilai positif dan sesuai dengan umurnya). Dalam level yang lebih tinggi ia mampu membuat pemainnya mempelajari sesuatu – bahkan tanpa ia sendiri sadari. Game yang didesain secara optimal akan mampu menghadirkan itu semua. sayangnya hal itu tidak mudah dan butuh waktu untuk kita bisa terus bisa mengoptimalkannya.

Menjawab pertanyaan di atas, lebih penting dari menghadirkan game edukatif adalah selalu mencoba menghadirkan game dengan segala potensi terbaiknya. Karena ketika kita benar-benar mampu melakukannya, setiap game yang kita hasilkan akan jadi sebuah karya yang bermanfaat untuk semua. Ini sebuah mimpi yang layak untuk kita perjuangkan bersama.

 

Sumber gambar: http://r3dpixel.com/


Pages:12