:::: MENU ::::
Browsing posts in: Jalan-Jalan

Baju


on Instagram: https://www.instagram.com/p/Bnf8kNyjqV8/
#ceritapampam Pakaian. Satu hari pernah mendapat pertanyaan, kenapa di banyak kesempatan pakaian Pampam, Mamam, dan Kiriya hanya itu-itu saja? Memang itu baju favorit ya? Iya – karena memang baju kami tidak banyak jadi semuanya jadi baju favorit.
.
Tuan putri, semenjak Pampam Mamam menikah kami sepakat untuk menyimpan/menggunakan apa yang memang diperlukan saja, termasuk soal pakaian. Itu sebabnya rumah kita tidak banyak perabotannya, seperti juga pakaian kita. Tiap kali kita dapat rejeki pakaian yang baru (yang hanya kami beli jika perlu) maka pakaian yang lama harus disumbangkan, sehingga jumlahnya selalu secukupnya saja.
.
Apa pampam mamam tidak malu jika orang-orang tahu pakaian Pampam cuma sedikit saja? Mengapa harus malu? Seluruh pakaian kita selalu bersih dan karena pakaian kita sedikit- dimanapun kita berada kita selalu coba menggunakan pakaian terbaik yang kita punya. Selain itu- walaupun sedikit, Pampam Mamam punya cukup untuk bisa berpakaian sesuai kegiatan kami berdua, sesuai norma, dan sesuai budaya yang ada. Bukankah itu esensi berpakaian? Sebuah bentuk penghormatan tanpa perlu berlebihan.
.
Tapi bukankah pampam harus tampil di depan banyak orang, mengajar, memberi pelatihan di berbagai perusahaan? Tidak malu kalau ketahuan pakaiannya sama terus? Tuan putri, jika orang kemudian memandang rendah kita karena pakaian kita, itu hak mereka. Kewajiban kita adalah untuk selalu menghormati mereka dan untuk terus sibuk berkarya sebaik kita bisa. Pampam lebih senang jika Pampam didengarkan karena karya Pampam dianggap baik dan bermanfaat, dibandingkan didengarkan hanya karena terlihat keren memakai pakaian bermerek.
.
Apakah ini artinya Pampam mamam akan marah kalau ada yang memberi Kiriya pakaian yang bagus atau kelak Kiriya membeli beberapa pakaian bagus? Tidak, karena rejeki Adinda sepenuhnya adalah milik Adinda. Pampam akan marah jika hal itu membuat adinda besar kepala dan lupa berkarya. Tapi jika boleh pampam mengingatkan, Adinda sudah cantik, akan selalu cantik, dan bahkan akan semakin cantik (seperti Mamam), jadi mengapa perlu repot memiliki pakaian lebih dari yang diperlukan?


Mobil Buah dan Visibility Game Indonesia

Mobil Buah Seoul

Di pinggiran beberapa jalan utama kota Bandung kita bisa menemukan penjual buah-buahan dengan kendaraan bak terbuka. Buah yang mereka hadirkan bervariasi kualitasnya, kadang baik dan kadang mengecewakan. Beberapa pedagang yang mungkin konsisten menjual buah berkualitas baik agak sulit untuk ditemukan. Andaikan ada, Saya kesulitan untuk menemukan mereka. Tidak pernah menyangka pemandangan yang sama bisa kami lihat di Seoul. Bedanya adalah berbagai buah-buahan yang dijajakan berkualitas sangat baik, semuanya tampak segar, bersih, dan di tampilkan secara menarik. Hampir semua penjaja buah-buahan pinggiran jalan tersebut menampilkan kualitas dan jenis buah yang sama. Saya bukan penggemar utama sayur dan buah, namun kali ini Saya harus mengakui Saya tergoda.

Visibility, bagaimana sebuah produk bisa terlihat oleh konsumen menjadi salah satu tantangan industri game kita. Saya percaya banyak karya rekan-rekan developer Indonesia yang berkualitas luar biasa, namun para calon pengguna kadang kesulitan menemukan mereka. Ketika kita hadir di sebuah appstore adalah seperti layaknya seorang pedagang buah lokal kecil yang berjualan di sebuah pasar buah yang yang sangat besar. Untuk mendapatkan lapak utama di dekat pintu masuk sangatlah sulit, karena area tersebut umumnya terlalu mahal dan hanya para pedagang besar yang mampu membayarnya.

Namun belakangan ada perkembangan menarik, berbagai fasilitas apps store lokal mulai merasa perlu memberi ruang khusus untuk game dan aplikasi buatan pengembang Indonesia. Ini mungkin menjadi sebuah solusi untuk meningkatkan visibility berbagai karya game dan aplikasi digital indonesia dan harus benar-benar kita manfaatkan. Hal ini mungkin sama halnya seperti pedagang buah lokal yang kemudian mendapat ijin dan fasilitas mobil rak terbuka untuk berjualan di pinggiran jalan utama. Namun seperti halnya para pedagang buah di seoul, kita harus tetap mempersiapkan game kita sebaik mungkin, mengemasnya dengan baik, dan memastikan kualitasnya selalu terjaga. Hanya dengan begitu kemudian kita bisa berharap bahwa pengguna kita akan terus kembali dan bersedia menikmati semua karya kita.

*Artikel ini sebelumnya pernah muncul di segitiga.net dan kompas tekno sebagai bagian dari catatan perjalanan singkat kami ke Seoul pada bulan Mei lalu.